Pemprov TNI
DPRD Gula
Pemprov Pancasila

Kelompok Spesialis Curanmor Diringkus, Ditreskrimum Polda Sultra Sita Puluhan Kendaraan

PENASULTRA.ID, KENDARI – Selama Januari hingga Juni 2020, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) telah mengungkap 119 kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dari total 141 laporan.

“119 pengungkapam kasus, dengan jumlah tersangka 45 orang dan barang bukti 75 unit kendaraan,” kata Kapolda Sultra, Irjen Pol Merdisyam, Selasa 30 Juni 2020.

Menurutnya, hingga saat ini kasus yang telah dilimpahkan atau P21 yakni sebanyak 25 kasus. Sementara yang masih dalam penyelidikan yakni sebanyak 16 kasus.

“Dengan barang bukti 20 unit roda dua dan dua unit roda empat. Tersangkanya ada 25 orang,” beber Merdisyam

Saat ini, sudah ada lima orang tersangka yang diamankan. Empat orang diantarnya adalah pelaku dan satunya adalah penadah.

“Satu kelompok pencurian terdiri dari empat sampai enam orang. Empat pelaku pelaku berinisial IL dan AB, IH dan DD pelaku. Sementara penadah berinisial SL,” ujar Merdisyam.

Ia mengaku, rata-rata modus operandi pelaku yakni dengan memantau, mapping objek sasaran dan sebelum beraksi penghuni rumah dipastikan sedang tidur yakni sekitar pukul 2.00 hingga 4.00 Wita.

“Masuk kerumah merusak jendela pintu, plafon atau membuka pintu, mengambil motor dan barang lainnya. Mencungkil motor dengan menggunakan kunci semacam leter T atau membobol soker motor,” terang Merdisyam.

Motor hasil tersebut dijual kepada penada dengan harga harga bervariasi. Beberapa tempat sasaran yakni disekitar perusamahan atau BTN di beberapa wilayah di Sultra.

“Dijual hingga 3 jutaan. Sasarannya ada di Kendari, Konawe, Konawe Utara, Konawe Selatan, Kolaka, Kolaka Utara, Muna dan Baubau,” jelasnya.

Sementara, tambahnya, masih ada tiga orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO), yakni Z, U dan A.

“Yang sudah dilimpahkan ke kejaksaan ada dua. Masing-masing berinisial As dan AL,” tutupnya

Untuk diketahui, kelima pelaku curanmor akan dikenakan Pasal 363 Ayat 1 subsider 362 KUHP dengan ancaman maksimal 9 tahun penjara.

Penulis: Yeni Marinda

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.