Pemprov TNI
Pemprov Pancasila
DPRD Gula

PT Kurnia Mining Resources Dilaporkan di Polda Sultra

PENASULTRA.ID, KENDARI – Forum Pemerhati Pertambangan Sultra (Format Sultra) melaporkan PT Kurnia Mining Resources di Polda Sultra.

Bombana Gula

Perusahaan itu dilaporkan atas dugaan illegal mining dengan melakukan aktivitas penambangan diluar dari titik kordinat Izin Usaha Pertambangan (IUP).

“Berdasarkan hasil temuan dan investigasi di lapangan bahwa selain tanpa izin Usaha Pertambangan (IUP), PT. Kurnia Mining Resources melakukan penambangan diluar dari titik kordinat izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) yang dimiliki. Serta dalam proses penambangannya tidak mencermati kaidah penambangan yang baik sehingga terindikasi mencemari lingkungan,” ungkap Presidium Format Sultra Siddiq Muharam, Rabu 15 Maret 2020.

Menurut dia, PT. Kurnia Mining Resources patut diduga bertentangan dengan Undang- Undang No 4 Tahun 2009 Tentang Minerba Pasal 158.

“Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar,” ujar Siddiq Muharam.

Pena Siberindo

Siddiq meminta kepada Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) segera menghentikan aktivitas PT. Kurnia Mining Resources dan melakukan pemeriksaan terhadap pimpinan perusahaan itu.

“Kasus ini akan kami kawal dan laporkan hingga ketingkat pusat ke Mabes Polri dan KPK RI dan Lembaga Negara demi terwujudnya kepastian hukum,” ulasnya.

Sementara itu, penyidik Ditreskrimsus Polda Sultra Bripka Andri Syahputra membenarkan laporan tersebut.

“Benar telah kami terima,” aku Andri Syahputra via Wahtsapp.

Ia menjelaskan, laporan itu berstatus sebagai pengaduan awal. Selanjutnya akan diteruskan untuk ditindak lanjuti.

Penulis: Jufra
Editor: Bas

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.